Rabu, 03 September 2008

Kita masih harus banyak belajar..

Selamat datang bulan suci Ramadhan, selamat menunaikan ibadah puasa di bulan yang suci ini. Dengan segala nikmat dan limpahan akan karuniaNya. Namun yang terjadi di samping itu merupakan hal yang semata-mata kian kronis. Saya lebih senang menyebutnya dengan "komersialisasi islam" yang dilakukan secara masif oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, mulai dari lembaga emerintah, media massa, sampai lapisan masyarakat terendah sekalipun dalam stratanya.
Kenapa saya sebut demikian? Karena semakin majunya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi mampu membuat fenomena baru yang bergejolak di dalam masyarakat. Sehingga terjadi pergeseran nilai di dalam masyarakat kita, terutama muslim. Tragis memang, namun ini seperti luput dari penglihatan orang muslim sendiri. Bulan suci Ramadhan semakin erat hubungannya dengan logika untung-rugi dimana orang-orang dengan kalap berusaha dengan berbagai cara untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Kita sebut media massa televisi misalnya. Tawaran cerita supersingkat a la sinetron ramadhan dan tidak memberikan pemaknaan apapun dalam pola hidup masyarakat Indonesia yang semakin susah pun menjadi
ujung tombak media ini dalam pertarungannya dalam meraup untung. Sama hal dengan stasiun lain yang dengan tanpa proses kreatif apapun (lebih tepatnya meniru) membuat program yang sama.
Apa yang terjadi di sini juga dilakukan oleh pihak lain, namun dengan teknik lain. Yaitu pengemis dadakan. Berbondong-bondong datang dari segala penjuru tanah air menuju kota besar demi mengais rupiah di bulan suci Ramadhan ini.
Yang perlu kita pelajari bersama adalah bagaimana kita bisa mengembalikan nilai agama sebagai nilai luhur sebagai pembimbing hidup dan sebagai kontrol sosial serta memaknai semuanya dalam hidup adalah bagaimana amalan kita untuk di akhirat nanti bukan sbanyak apa materi yang kita kumpulkan di dunia.

Oleh : Andry Novaliano (K0A 03082)

Tidak ada komentar: